
Canberra, Rabu 19 November 2025 – Otoritas Australia peringatkan agar warga negaranya yang bersekolah di luar negeri, untuk tidak menjual rekening bank atau identitas pribadinya kepada kelompok tertentu yang disinyalir merupakan organisasi kriminal
Wanti-wanti itu disampaikan oleh Pusat Koordinasi Kejahatan Sibert Gabungan Kepolisian Federal Australia (Australian Federal Police/AFP) dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (19/11)
Pernyataan tersebut antara lain menjelaskan bahwa adanya keterlibatan sindikat kriminal internasional yang menarget pelajar asing untuk menjual akun bank miliknya atau data pribadi yang digunakan untuk membuka rekening atas nama mereka, dengan iming-iming imbalan uang tunai hingga A$500 dolar serta tawaran komisi 10 persen dari dana yang masuk
Menurut AFP, kelompok kejahatan siber itu memanfaatkan rekening bank pelajar asing untuk kegiatan ilegal seperti pencucian uang dan penipuan skala besar, yang memungkinkan menyeret pelajar tersebut ke dalam sebuah kejahatan terorganisir
“Kami menyaksikan jaringan kriminal di luar negeri melakukan tindak pencucian uang hingga jutaan dolar melalui rekening bank milik anak muda, dan akibatnya, mereka dapat terseret dalam dakwaan tindak kriminal pencucian uang,” ujar Marie Andersson Kepala Detektif AFP, dikutip dari Antara
Ia memperingatkan ancaman tuntutan pidana, pembatalan visa dan pelarangan masuk ke Australia selamanya kepada pelajar yang terbukti menjual rekening atau identitas pribadi mereka
Dalam akhir pernyataanya, AFP meminta para pelajar yang hendak bersekolah di luar negeri untuk terlebih dahulu menutup rekening bank lokal mereka serta mengamankan identitas pribadinya dalam format digital sebelum berangkat
