
BONDOWOSO, Jumat 28 November 2025 – Perusakan tanaman kopi yang terjadi di Kecamatan Ijen total mencapai 175.399 batang di 94 hektar lahan. Kerusakan ini terhitung sejak tahun 2023, hingga 2025 yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal.
PTPN menghitung kerugian total mencapai Rp 6,4 milliar. Ini termasuk kerusakan bangunan dan sejumlah kendaraan.
Namun begitu kerugian ini belum dihitung dari potensi kopi yang akan dipanen jika tanamannya tak ditebang.
Kerugian dirasakan juga oleh para buruh kebun PTPN. Mereka mengalami kerugian materil karena pekerjaan mereka terganggu.
Seperti pengakuan buruh kebun berinisial JJ. Dia menjadi salah satu yang menangis karena tanaman kopi yang dirusak merupakan tanaman yang dari proses awal dikerjakannya bersama buruh kebun lain. Mulai dari menanam, perawatan, memupuk, pembersihan gulma, hingga akan bersiap panen.
“Mau panen mereka potong-potong, kan ngeres di hati. Saya perjuangan sudah selesai, ingin panennya. Pas tahu dipotong, ya nangis semuanya” jelasnya dikonfirmasi Rabu (26/11/2025).
Ia menjelaskan pasca perusakan terakhir 17 November 2025 lalu buruh kebun sempat tak bekerja 2 hari. Sehingga pendapatan mereka pun berkurang.
Biasanya mereka dibayar 2 minggu sekali, dengan sistem borong Rp 50 ribu setiap setengah hari. Jika mengambil prestasi lebih, diberi honor lebih.
“Baru hari ketiga kerja lagi. Kita diminta bekerja membersihkan tanaman kopi yang ditebang,” jelasnya.
Pengakuan serupa disampailan AX. Dia mengaku buruh kebun tak berani sulam kembali di lahan tersebut. Karena, ada intimidasi dari oknum agar lahan tidak dikerjakan. Akhirnya, buruh kebun berencananya akan dialihkan bekerja ke blok lain.
“Bisa tetap kerja, ya tapi kan areal terbatas. Berkurang, akhirnya pendapatan berkurang,” jelasnya.
Baca Juga Berita: Pengerusakan Kebun Ijen: 3.500 Pekerja Terdampak, PTPN I Regional 5 Dukung Penegakan Hukum
Di lain sisi, AX bersama warga lain di Kecamatan Ijen sekarang ronda di kebun kalau malam. Karena mereka was-was tanamannya dirusak oleh orang tak dikenal.
Padahal dulunya, kata AX, warga hanya menjaga sebelum panen saja.
“Biasanya kita tidur enak malam, sekarang harus jaga. Sampai kapan kami begini. Dampaknya seluruh Ijen,” jelasnya.
Mereka mengaku merasakan kekhawatiran saat bekerja. Melihat beberapa kejadian akhir-akhir ini.
“Kapolsek saja digituin, tentara juga digitukan. Apaliga Kita yang pekerja, yang tak bawa apa-apa. tak bawa senjata. Kita seperti apa,” jelasnya.
Kemudian, terjadi ketegangan konflik Ijen terjadi juga pada Kamis (15/5/2025) malam dimana tiga anggota TNI disandera oleh warga setempat.
Polsek Sempol, Bondowoso, Jawa Timur sempat digeruduk warga terkait penangkapan seorang warga. Dalam kericuhan tersebut, terjadi dorong-mendorong antara warga dan polisi.
Bahkan, warga sempat menurunkan bendera merah putih di halaman Polsek. Kapolsek Ijen, Iptu Suherdi, terlihat ditarik paksa keluar dari kantor. Hingga dibawa warga ke Desa Kaligedang.
Kapolsek Sempol Ijen Polres Bondowoso, Iptu Suherdi sempat dibawa warga pada Senin (17/11/2025).
Penggerudukan ini diduga disebabkan karena warga ingin menanyakan satu petani yang diamankan oleh polisi.
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News
