
SURABAYA, 29 NOVEMBER 2025 – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terus mendorong penguatan pengasuhan anak usia dini melalui Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA).
Inisiatif ini hadir di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap keamanan TPA, kebutuhan stimulasi tumbuh kembang, dan upaya percepatan penurunan stunting.
Program dijalankan di berbagai wilayah operasional, termasuk IT Surabaya dan FT Tuban, dengan fokus pada peningkatan kapasitas pengasuh serta penyediaan sarana belajar anak.
Program ini sejalan dengan arahan BKKBN yang menekankan pentingnya pengasuhan berkualitas untuk mendukung tumbuh kembang dan pencegahan stunting sejak dini.
Pada Sabtu (22/11/2025), IT Surabaya menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengasuh TPA yang diikuti 40 lembaga pengasuhan di Kota Surabaya. Pertamina bekerja sama dengan DP3APPKB setempat.
Materi pelatihan mencakup Konvensi Hak Anak (KHA) dan Pengasuhan Positif, termasuk pemahaman 54 pasal KHA dan studi kasus.
Integrated Terminal Manager Surabaya, Jefri Marsal, menyebut pengasuh TPA memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Ia berharap pelatihan ini memberi dampak berkelanjutan bagi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.
Pada kesempatan itu, Pertamina juga menyerahkan Alat Permainan Edukatif (APE) dan alat pemantauan tumbuh kembang kepada TPA Bung Karno. DP3APPKB Surabaya mengapresiasi langkah ini sebagai upaya strategis meningkatkan kualitas pengasuhan.
Di Tuban, FT Tuban memperluas implementasi Program TAMASYA bersama Dinkes P2KB Kabupaten Tuban. Kerja sama ini dituangkan dalam penandatanganan MoU pada Selasa (25/11/2025), dilanjutkan dengan pelatihan pengasuh TPA yang berfokus pada pola asuh aman, sehat, dan responsif.
Fuel Terminal Manager Tuban, Rahmad Febriadi, menegaskan bahwa investasi pada pengasuhan anak merupakan investasi sosial jangka panjang. Pertamina FT Tuban juga menyalurkan APE untuk mendukung kegiatan belajar di TPA.
Perwakilan Dinkes P2KB Tuban menilai sinergi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas pengasuh, tetapi juga memperkuat mutu layanan TPA. Salah satu peserta, Arina Sadida dari TPA Al-Azhar, mengatakan pelatihan membantu pengasuh memahami pengasuhan secara lebih terstruktur.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa TAMASYA dirancang untuk memperbaiki kualitas layanan TPA dan kompetensi pengasuh. Surabaya dan Tuban menjadi contoh bagaimana kolaborasi perusahaan, pemerintah, dan komunitas memberi manfaat langsung bagi anak-anak.
Melalui Program TAMASYA, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya mendukung pembangunan sosial serta pembentukan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
