
JAKARTA, 7 JANUARI 2026 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara kembali berjalan mulai 5 Januari 2026.
Pemerintah menerapkan skema pembelajaran adaptif dan fleksibel sesuai kondisi masing-masing satuan pendidikan.
Abdul Mu’ti menegaskan, proses pendidikan tidak boleh terhenti meski berada dalam situasi darurat akibat bencana. Penyesuaian metode pembelajaran dilakukan agar hak belajar peserta didik tetap terpenuhi.
“Pendekatan pembelajaran disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Yang terpenting, anak-anak tetap mendapatkan hak belajarnya,” kata Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis, Selasa (6/12/2026).
Data Kemendikdasmen mencatat, sebanyak 1.215 sekolah di Sumatera Utara terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 1.157 sekolah atau sekitar 95,23 persen dinyatakan siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar mulai awal Januari 2026.
Sementara itu, 19 sekolah atau sekitar 1,6 persen masih menjalankan pembelajaran di tenda darurat. Adapun 29 sekolah lainnya atau sekitar 2,4 persen masih dalam tahap pembersihan pascabencana, namun telah dinyatakan dapat digunakan untuk pembelajaran secara terbatas.
Untuk satuan pendidikan yang belum sepenuhnya pulih, Kemendikdasmen telah menyiapkan kurikulum khusus agar proses pembelajaran tetap berjalan efektif di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.
Mendikdasmen juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, tenaga pendidik, relawan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pemulihan sektor pendidikan di Sumatera Utara.
“Kolaborasi semua pihak menjadi kunci agar pemulihan pendidikan berlangsung cepat dan anak-anak tidak kehilangan waktu belajar,” pungkasnya.
