
MALANG, 21 Januari 2026 – 200 becak listrik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto diserahterimakan kepada penerima manfaat di Balai Kota Malang, Selasa (20/1/2026). Di Kota Malang, bantuan ini secara simbolis diserahkan oleh Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Letjen (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko, S.E., M.M. bersama Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM. dan disaksikan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, Sekda Kota Malang Erik Setyo Santoso, jajaran Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.
Becak listrik ini merupakan bantuan dari Presiden Republik Indonesia yang disalurkan melalui Yayasan GSN sebagai wujud kepedulian nyata terhadap masyarakat sekaligus dukungan terhadap transportasi hijau di tengah tantangan lingkungan saat ini.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian, kepedulian, dan komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pengemudi becak yang masuk dalam desil 1 sampai dengan desil 5 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta kelompok rentan lainnya.
“Atas nama Pemerintah Kota Malang dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Hari ini Kota Malang sangat berbahagia karena para pengemudi becak menerima becak listrik gratis. Bantuan 200 becak listrik ini sangat berarti untuk meringankan beban pengemudi becak sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan,” jelas Wahyu.
Becak listrik ini peruntukannya diprioritaskan untuk mendukung sektor pariwisata yang sejalan dengan visi pembangunan Kota Malang sebagai kota wisata ramah lingkungan yang tertuang dalam Dasa Bakti Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang yakni Ngalam Asyik. Pemerintah Kota Malang juga telah menjalin kerja sama dengan PHRI, asosiasi travel, PLN, perguruan tinggi, serta PT Pindad untuk pembinaan, pendampingan teknis, penataan tarif, serta penyediaan infrastruktur pengisian daya.
“Becak listrik ini memiliki nilai lebih bagi wisatawan. Turis mancanegara banyak yang menikmati berkeliling kota menggunakan becak, karena bisa langsung merasakan suasana kota, angin sepoi-sepoi, dan melihat destinasi wisata secara langsung. Inilah keunikan Malang yang tidak mereka temukan di negara asalnya,” bebernya.
Untuk menjamin ketertiban operasional, saat ini Pemkot Malang tengah menyusun Peraturan Wali Kota Malang agar implementasi becak listrik tidak menimbulkan tumpang tindih kebijakan maupun konflik di lapangan. Selain itu, akan dibentuk paguyuban becak listrik di bawah naungan Dinas Perhubungan Kota Malang.
