Menhaj Sebut Pelunasan BIPIH di 8 Provinsi Masih Dibawah 100 Persen

Jakarta, Rabu 21 Januari 2026 – Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan, masih ada delapan provinsi yang penyerapan kuota pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) masih di bawah 100 persen. Oleh karenanya, pihaknya kembali membuka pelunasan Bipih tahap ketiga yang berlangsung hingga 23 Januari 2026.

“Ini yang hasilnya belum bisa kita sampaikan karena masih belum selesai. Ini juga untuk menutup beberapa daerah yang kekurangan juga untuk menambah cadangan,” kata Gus Irfan saat rapat bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (21/1/2026) dikutip Kompas.com.

Gus Irfan melanjutkan sampai saat ini, sebanyak 175.494 jemaah haji reguler dan 31.260 jemaah cadangan sudah melunasi Bipih.

“Pelunasan Bipih tahap kedua telah dilaksanakan tanggal 2 sampai 9 Januari. Hingga akhir pelunasan Bipih tahap kedua sebanyak 175.494 jemaah haji reguler dan 31.260 jemaah cadangan yang telah melunasi atau sebesar 102,57 persen,” ujarnya.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kata Gus Irfan, banyak jemaah haji yang batal ke Tanah Suci karena berbagai keadan seperti sakit, meninggal, maupun alasan lainnya. Tahun lalu saja, jumlah jemaah yang batal berangkat mencapai hampir 3.000 orang.

“Itupun jarak antara pelunasan dengan keberangkatan tidak terlalu jauh. Sementara ini sekarang ini jarak antara pelunasan dan keberangkatan lebih jauh sehingga kita akan antisipasi dengan menambah jumlah jemaah cadangan,” tutur Irfan.

Sementara itu, proses pelunasan Bipih untuk jemaah haji khusus juga dibuka untuk tiga tahap. Tahap pertama, jumlah jemaah yang melunasi 11.337 orang pada penutupan 23 Desember 2025, tahap kedua, sebanyak 4.509 jemaah sampai 5 Januari 2026, serta tahap ketiga mencapai 1.026 orang.

“Perkembangan pelunasan Bipih khusus sampai dengan tanggal 13 Januari sebanyak 16.872 jemaah atau 101,83 persen, termasuk 299 jemaah haji khusus dengan status cadangan. Terkait dengan pengembalian keuangan haji khusus sampai dengan tanggal 20 Januari 26 sudah diproses sebanyak 6.101 jemaah, yang lainnya masih menunggu kelengkapan berkas-berkas dari jemaah,” jelasnya.