
LONDON, 21 JANUARI 2026 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di Kantor PM Inggris, Downing Street, London, Selasa (20/1/2026).
Pertemuan ini menjadi bagian penting dari kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Inggris untuk memperkuat hubungan bilateral dan kemitraan strategis kedua negara.
Dalam pengantarnya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan pemerintah Inggris serta menyebut rangkaian kunjungan kerjanya berjalan produktif. Salah satu agenda utama adalah penguatan kerja sama maritim Indonesia–Inggris.
“Saya bertemu dengan CEO Babcock. Kami sangat senang melanjutkan kemitraan maritim ini. Ini sangat penting dan strategis bagi pembangunan ekonomi maritim Indonesia,” ujar Presiden.
Selain sektor maritim, Presiden Prabowo juga menjadwalkan pertemuan dengan para pemimpin bisnis Inggris serta jajaran universitas yang tergabung dalam Russell Group.
Menurutnya, rangkaian diskusi tersebut membuka peluang luas bagi penguatan investasi, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia. “Saya rasa kunjungan ini sangat produktif. Saya sangat menghargai hubungan kita,” kata Presiden.
Sementara itu, PM Keir Starmer menilai kunjungan Presiden Prabowo mencerminkan kemajuan signifikan hubungan Indonesia–Inggris, khususnya setelah disepakatinya kemitraan strategis. Ia menegaskan kerja sama maritim kedua negara memberikan dampak nyata bagi Inggris, termasuk penciptaan lapangan kerja.
“Terima kasih atas perjanjian maritim yang telah kita tandatangani. Kerja sama ini menciptakan banyak lapangan pekerjaan penting bagi Inggris,” ujar PM Starmer.
Usai pertemuan tertutup, Presiden Prabowo dan PM Starmer melanjutkan agenda dengan pertemuan bilateral bersama delegasi masing-masing negara. Pembahasan difokuskan pada langkah konkret implementasi kesepakatan serta perluasan kerja sama di berbagai sektor strategis.
Dalam kesempatan terpisah di Lancaster House, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan Inggris secara resmi menyepakati kemitraan strategis baru. Ia menilai Inggris sebagai mitra penting dengan kekuatan di bidang teknologi dan keuangan.
“Inggris memiliki teknologi dan kekuatan finansial yang sangat besar serta minat investasi di Indonesia. Kemitraan ini akan menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Presiden.
Di sektor maritim, Inggris akan mendukung rencana Indonesia membangun sekitar 1.500 kapal ikan serta pengembangan desa-desa nelayan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan dan konsumsi protein masyarakat.
“Ini sangat strategis bagi kita. Tiga perempat wilayah Indonesia adalah laut, dan konsumsi protein masyarakat masih perlu ditingkatkan,” tegas Presiden.
Kemitraan strategis baru ini merupakan tindak lanjut dari Joint Statement on a New Strategic Partnership yang disepakati pada 2024. Kerja sama tersebut bertumpu pada empat pilar utama, yakni penguatan pertumbuhan ekonomi, kerja sama iklim dan energi, peningkatan pertahanan dan keamanan, serta pengembangan manusia dan masyarakat.
Melalui kemitraan ini, Indonesia dan Inggris berkomitmen membangun kerja sama jangka panjang yang inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan.
Foto: BPMI Setpres
