
MALANG, 27 Januari 2026 – UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati Malang resmi mengawali Pelatihan Institusional Tahap I Tahun 2026 dengan pembukaan kegiatan yang digelar di Aula Cemara, Senin (26/1/2026). Program ini membuka enam paket pelatihan bagi 16 peserta terpilih dari lebih 200 pendaftar yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Kepala UPT BLK Wonojati Malang, Erna Wurjanti mengatakan bahwa BLK memiliki peran penting sebagai pusat pengembangan kompetensi kerja yang menitikberatkan pada penguasaan keterampilan praktis. Menurutnya, pelatihan dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap terjun ke dunia kerja. “Peserta yang mengikuti pelatihan ini berasal dari masyarakat se-Jawa Timur yang memiliki minat dan komitmen untuk meningkatkan kompetensi pada enam kejuruan yang kami buka,” kata Erna dalam sambutannya.
Ia menambahkan, UPT BLK Wonojati Malang membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat tanpa persyaratan khusus, termasuk bagi penyandang disabilitas, untuk mengikuti proses seleksi. UPT BLK Wonojati Malang dikenal memiliki keunggulan pada kejuruan pertanian yang meliputi bidang pertanian, perikanan, peternakan, mekanisasi pertanian, serta teknologi pengolahan agribisnis.
Kejuruan tersebut menjadi ciri khas yang membedakan BLK Wonojati dengan BLK lain di lingkungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur. Selain itu, tersedia pula kejuruan non-pertanian seperti Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta Pariwisata. Pada pelatihan tahap ini, BLK Wonojati juga menghadirkan inovasi berupa pelatihan peracik kopi. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan difasilitasi dengan program On the Job Training (OJT) atau magang di kafe milik UPT BLK Wonojati yang direncanakan segera beroperasi.
Seluruh peserta pelatihan diseleksi melalui mekanisme yang transparan, mulai dari pendaftaran online, seleksi administrasi, tes berbasis daring, hingga tahapan wawancara. Di akhir program, peserta akan mengikuti Uji Kompetensi bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) guna memperoleh sertifikat kompetensi sebagai pengakuan resmi.
Erna menegaskan, UPT BLK Wonojati Malang terus melakukan pembenahan dan pengembangan layanan pelatihan secara menyeluruh, termasuk melalui digitalisasi sistem layanan dan revitalisasi LSP P2 BLK Wonojati. “Dengan semangat maju bersama dan bersinergi, Wonojati selalu di hati,” pungkasnya.
