Komite Eksekutif FAM Mengundurkan Diri Buntut Skandal Dokumen Palsu Pemain Naturalisasi

Kuala Lumpur, Rabu 28 Januari 2026- Krisis sepak bola Malaysia mencapai puncaknya pada hari Rabu (28/1) setelah seluruh komite eksekutif Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) resmi mengundurkan diri

Keputusan drastis ini diambil menyusul skandal kelayakan pemain kelahiran luar negeri yang menggunakan dokumen palsu untuk membela tim nasional dalam kualifikasi Piala Asia

Pelaksana tugas Presiden FAM, Yusoff Mahadi, menegaskan bahwa langkah sukarela ini merupakan upaya untuk melindungi reputasi kelembagaan serta meminimalisir risiko buruk lebih lanjut yang dapat melumpuhkan sepak bola Malaysia di mata dunia

Skandal ini bermula dari penyelidikan FIFA tahun lalu yang mengungkap bahwa tujuh pemain, termasuk Hector Hevel dan Jon Irazabal, tidak memiliki hubungan darah dengan Malaysia sebagaimana diklaim dalam dokumen mereka

FIFA menuduh federasi sengaja memalsukan keturunan para pemain demi mendongkrak performa tim nasional secara instan. Akibatnya, FIFA telah menjatuhkan denda sebesar US$400.000, menskors ketujuh pemain tersebut, serta memberikan hukuman kekalahan WO pada tiga pertandingan persahabatan setelah FAM dianggap gagal mengambil tindakan disipliner internal yang nyata

Saat ini, operasional harian FAM diambil alih oleh Sekretaris Jenderal Noor Azman Rahman dengan pengawasan ketat dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC)

Meskipun Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) memberikan penangguhan hukuman sementara yang mengizinkan para pemain kembali membela klub masing-masing, nasib mereka di tim nasional masih bergantung pada hasil sidang final pada 25 Februari mendatang

Langkah pengunduran diri massal ini diharapkan memberikan ruang bagi FIFA dan AFC untuk melakukan penilaian independen guna membenahi tata kelola dan prosedur administrasi sepak bola di Malaysia secara menyeluruh

sumber: AFP via Channel News Asia