
Jakarta, Selasa 03 Februari 2026- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi mengumumkan akan menerbitkan 13 seri prangko sepanjang tahun 2026 sebagai upaya menjaga ingatan kolektif dan rekam jejak sejarah bangsa
Menteri Komdigi, Meutya Hafid, menyatakan bahwa prangko bukan sekadar alat bayar pos, melainkan media untuk merawat cerita tentang budaya, sejarah, dan jati diri Indonesia di tengah era digital
“Prangko kami tempatkan sebagai bagian dari upaya merawat cerita Indonesia tentang budaya, sejarah, dan jati diri bangsa. Prangko juga merupakan rekam jejak dari perjalanan bangsa yang terus harus kita jaga bersama,” kata Meutya Hafid di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, hari Senin (2/2)
Meutya menjelaskan bahwa seluruh seri prangko tahun ini dirancang sebagai satu narasi utuh yang mencerminkan kekayaan nasional
Koleksi tersebut mencakup berbagai tema menarik, mulai dari Seri Tahun Kuda Api, Wayang Pandawa Lima, artefak bersejarah Kota Palembang, hingga Seri Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024-2029
Selain tema nasional, prangko tahun 2026 juga mencatat hubungan internasional melalui seri kerja sama Indonesia-Uruguay serta partisipasi dalam ajang filateli dunia di Boston, Macao, Bandung, dan Taipei
“Melalui katalog Prangko 2026, kami menghadirkan rangkaian penerbitan Prangko yang mencerminkan kekayaan Indonesia, mulai dari warisan budaya dan keragaman hayati hingga peristiwa kebangsaan dan kerjasama internasional,” ujarnya.
Di tengah perubahan digital, Meutya menilai prangko tetap relevan lintas generasi. “Prangko tetap memiliki peran sebagai penghubung antargenerasi dan sebagai pengingat akan identitas bangsa,” tegasnya.
Masyarakat yang ingin melihat daftar lengkap koleksi ini dapat mengakses E-katalog Prangko 2026 melalui kanal digital resmi Kementerian Komdigi atau melalui link https://drive.google.com/file/d/1fwkncr4jCof4YAynN9ND40ysu6gJL_JI/view?pli=1
