
Teheran, Jumat 13 Maret 2026- Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, merilis pernyataan perdana yang memicu ketegangan global pada Kamis (12/3)
Dalam pidato yang dibacakan di televisi pemerintah, ia bersumpah akan membalas Amerika Serikat serta Israel, dan menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup bagi pelayaran internasional sebagai instrumen untuk menekan musuh-musuh Iran
Khamenei menyerukan persatuan nasional dan menyatakan bahwa rakyat Iran tidak memiliki pilihan lain selain melanjutkan perjuangan. Ia secara spesifik menuntut AS untuk segera menutup pangkalan militer di wilayah tersebut atau menghadapi serangan langsung
Situasi di lapangan semakin panas setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi serangan terhadap sebuah kapal tanker milik AS yang mengibarkan bendera Kepulauan Marshall di Teluk Persia pada hari yang sama. Serangan dilakukan dengan alasan awak kapal mengabaikan peringatan yang diberikan
Layanan pemantauan keamanan maritim Inggris melaporkan telah terjadi 16 serangan di sekitar perairan Teluk Persia dan Selat Hormuz sejak akhir Februari. Merespons hal ini, Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan bahwa kapal perang Angkatan Laut AS kemungkinan besar akan dikerahkan untuk mengawal pelayaran mulai akhir bulan ini
Sementara itu, Presiden Donald Trump menegaskan melalui media sosial bahwa mencegah Iran memiliki senjata nuklir merupakan prioritas yang jauh lebih besar daripada menjaga stabilitas harga minyak. Di sisi militer, Komando Pusat AS mengklaim telah menggempur 6.000 target, termasuk fasilitas produksi rudal dan drone IRGC, serta menghancurkan sekitar 90 kapal Iran, termasuk kapal-kapal penebar ranjau
