India Cari Jaminan Jalur Aman di Selat Hormuz di Tengah Simpang Siur Kesepakatan dengan Iran

New Delhi, Jumat 13 Maret 2026- Pemerintah India dikabarkan tengah mengupayakan jalur aman bagi kapal tanker berbendera mereka untuk melintasi Selat Hormuz, jalur krusial yang menyokong 40 persen impor minyak mentah negara tersebut

Meski sumber internal pemerintah India pada 12 Maret menyatakan adanya lampu hijau dari Teheran, pihak Iran di luar negeri justru membantah adanya kesepakatan tersebut, menyebut masalah ini sangat sensitif

Ketidakpastian ini muncul setelah pembicaraan telepon antara Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar dan Menlu Iran Abbas Araghchi pada 10 Maret lalu. Sumber India mengklaim dua tanker telah berhasil melintas berkat jaminan keamanan pasca-diskusi tersebut

Namun, pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran justru lebih menekankan tanggung jawab Amerika Serikat atas ketidakamanan di Teluk Persia tanpa menyinggung konsesi khusus bagi India

Di sisi lain, New Delhi menunjukkan sikap kemanusiaan dengan memberikan perlindungan kepada 183 pelaut Iran yang terdampar setelah pecahnya konflik antara Iran, AS, dan Israel

Meskipun India mengizinkan tiga kapal Iran berlabuh setelah latihan militer di Teluk Bengal, situasi tetap mencekam setelah salah satu kapal tersebut dilaporkan tenggelam oleh kapal selam AS di perairan internasional.

Ketegangan di Selat Hormuz telah memicu dampak nyata bagi pelayaran komersial. Pada 11 Maret, sebuah kapal Thailand tujuan India diserang, memicu protes keras dari New Delhi yang menyesalkan jatuhnya korban jiwa warga sipil dalam konflik militer tersebut

Sejak konflik memanas akhir Februari, Iran setidaknya telah menyerang 16 kapal dan memperingatkan bahwa harga minyak global bisa melonjak hingga US$200 per barel

Hampir tertutupnya jalur utama ini memaksa India, sebagai konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, untuk segera mencari alternatif pasokan, termasuk meningkatkan pembelian minyak dari Rusia guna menjaga ketahanan energi nasional