
Redmond, Rabu 07 Januari 2026- CEO Microsoft, Satya Nadella, berbagi pemikirannya tentang masa depan kecerdasan buatan (AI), setelah jagat maya dihebohkan dengan munculnya istilah ‘AI Slop’ yaitu konten buatan AI berkualitas rendah alias dibuat secara asal-asalan, yang ramai diperdebatkan
Melalui blog pribadinya yang dikutip TechCrunch pada hari Senin (5/1), Nadella meminta masyarakat untuk mengubah cara pandangnya terhadap teknologi AI, dan berhenti menganggap AI sebagai konten sampah
Ia mengatakan bahwa orang-orang perlu melihat AI sebagai ‘bicycle for the mind’ (sepeda bagi pikiran), sebuah istilah yang dipopulerkan pendiri Apple Steve Jobs yang merujuk pada pandangan bahwa komputer merupakan alat yang melipatgandakan kemampuan intelektual manusia, sama seperti sepeda melipatgandakan kemampuan fisik manusia
“Sebuah konsep baru yang mengembangkan gagasan ‘bicycle for the mind’, sehingga kita selalu memandang AI sebagai penopang potensi manusia, bukan sebagai pengganti manusia,” tulisnya
Nadella berharap agar perdebatan antara AI sebagai slop atau sebagai teknologi canggih perlu dihentikan. Menurutnya, diperlukan keseimbangan baru untuk memahami cara manusia berpikir dan berinteraksi sosial, dengan menekankan bahwa AI merupakan alat penguat kognitif bagi manusia
Dalam blognya tersebut, Nadella juga meminta industri teknologi berhenti membuat narasi bahwa AI sebagai pengganti manusia
Tulisan tersebut muncul setelah ‘Slop’ ditetapkan sebagai ‘word of the year 2025’ oleh Merriam-Webster (penerbit buku referensi asal Amerika Serikat yang paling dikenal karena kamusnya)
Istilah ‘Slop’ yang jadi Word of the Year 2025
‘AI Slop’ adalah sebuah istilah yang merujuk pada konten berkualitas rendah yang dihasilkan secara massal oleh kecerdasan buatan tanpa pengawasan manusia, serupa dengan konsep “spam” pada email
Istilah ini mulai muncul di komunitas teknologi pada akhir 2022, namun dipopulerkan secara luas oleh pengembang Simon Willison pada Mei 2024 sebagai respons terhadap banjirnya sampah digital di internet
Karena lonjakan penggunaannya yang mencapai ratusan persen dan relevansi budayanya, Merriam-Webster akhirnya menetapkan “Slop” sebagai Word of the Year 2025
Penobatan ini menandai kesadaran global terhadap penurunan kualitas informasi di ruang digital akibat konten generatif yang tidak terkurasi
