Bangun PLTS 626 kWp, PT DPL Targetkan Efisiensi Energi 20%

LAMONGAN, 27 NOVEMBER 2025 – PT Dok Pantai Lamongan (DPL) mempertegas komitmennya terhadap lingkungan dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 626 kWp atau setara 500 kVA.

Pemanfaatan energi terbarukan ini diperkirakan mampu mengurangi konsumsi listrik perusahaan hingga 20% dari total kebutuhan operasional.

Direktur Development Business PT DPL, Zacharias Santoso, menjelaskan bahwa pembangunan PLTS tipe ground mounted tersebut merupakan langkah penting dalam memperkuat implementasi prinsip ESG dan menurunkan emisi karbon di sektor galangan kapal.

DPL, ujarnya, berambisi menjadi pelopor inovasi energi bersih di industri maritim Indonesia.

“Penerapan PLTS ini bukan hanya milestone bagi perusahaan, tetapi juga bagi sektor galangan kapal nasional. Kami ingin menjadi motor penggerak terciptanya industri yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tegasnya saat peresmian PLTS di Lamongan, Selasa (25/11/2025).

Tak hanya membangun PLTS, perusahaan juga memperluas program Go Green melalui penataan ruang hijau, penanaman pohon, dan pengembangan area taman untuk menjaga kualitas udara dan keberlanjutan lingkungan.

Di sisi sosial, PT DPL menjalankan berbagai program CSR mulai dari pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan hingga pelestarian alam. Seluruh program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mewujudkan industri maritim yang lebih bertanggung jawab.

Inisiatif energi terbarukan tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian Perindustrian.

Kepala Tim Kelompok Kerja Industri Maritim, Sungkono, menilai bahwa peralihan menuju energi bersih di galangan kapal merupakan langkah penting bagi perkembangan industri maritim nasional.

“Kami mengapresiasi langkah PT DPL yang sudah memelopori penggunaan PLTS sebagai upaya transformasi energi. Kami akan terus mendorong galangan kapal lain di seluruh Indonesia mengikuti jejak ini,” ujar Sungkono.

Kemenperin juga berkomitmen mendukung percepatan penggunaan energi terbarukan di sektor maritim sebagai bagian dari penguatan daya saing industri sekaligus mempercepat transisi energi nasional.