Bupati Mojokerto Gus Barra Pastikan Korban Keracunan MBG Soto Ayam 411 Orang

Mojokerto, 14 Januari 2026 – Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa (Gus Barra) memastikan jumlah korban keracunan massal usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) soto ayam sebanyak 411 korban baik dari pelajar, santri dan orang dewasa.

“Totalnya 411 pasien, 334 sudah pulang, 77 pasien yang masih dirawat. Artinya, jumlah pastinya (korban keracunan massal) yang dari Dinas Kesehatan 411,” kata Gus Barra kepada wartawan di RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari, Mojokerto, Rabu (14/1/2026) dikutip DetikJatim.

Pernyataan Gus Barra tersebut untuk mengoreksi data yang dirilis Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko pada Selasa (13/1). Saat itu, Teguh merilis jumlah korban sebanyak 433 orang.

Dari jumlah itu, 293 korban sudah dipulangkan karena kondisinya membaik, 25 orang rawat jalan, serta 140 korban masih menjalani rawat inap.

Gus Barra juga memastikan 411 pelajar, santri dan orang dewasa itu mengalami keracunan karena memakan MBG soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto pada Jumat (9/1).

Bupati Mojokerto melanjutkan, mayoritas korban ialah anak-anak. Namun, ada pula orang dewasa karena mencicipi MBG yang dibawa pulang anak mereka.

“Iya 411 dipastikan (keracunan MBG soto ayam), menunya sama, keluhannya sama,” tegasnya.

Terkait pembiayaan 441 korban keracunan, ujar Gus Barra, bagi pasien warga Kabupaten Mojokerto akan dibiayai BPJS Kesehatan sedangkan pasien dari luar daerah ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Karena kami sudah UHC prioritas, bagi pasien Kabupaten Mojokerto langsung tertangani secara automatis. Bagi mereka dari luar Kabupaten Mojokerto karena yang mondok ada yang dari Sidoarjo, Jombang, ini yang akan menjadi tanggung jawab BGN nanti pembiayaannya,” tandasnya.

Untuk diketahui, ratusan pelajar, santri dan keluarga siswa keracunan setelah menyantap MBG soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah pada Jumat (9/1/2026) pagi dan siang.

Gejala keracunan mulai dirasakan para pelajar dan santri pada Jumat malam dan Sabtu (10/1) pagi. Mereka tiba-tiba pusing, mual, muntah, demam dan diare.

Investigasi gabungan digelar untuk mengungkap penyebab para pelajar dan santri mengalami keracunan massal. Penyelidikan tersebut melibatkan Polres Mojokerto, Kodim 0815, Dinas Kesehatan, dan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).

Selama investigasi, BGN menghentikan sementara operasional SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto.