Bupati Mojokerto Tekankan Pentingnya Penguatan Peran Semua Pihak untuk Tangani Stunting

MOJOKERTO, 7 Januari 2026 – Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Mojokerto tercatat sebesar 15,3 persen, sementara di Provinsi Jawa Timur sebesar 14,7 persen.

Seperti dikutip dalam rilis Pemerintah Kabupaten Lamongan, Selasa (6/1/2025), angka tersebut menunjukkan pentingnya penguatan peran semua pihak dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan.

Salah satunya Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam upaya percepatan penurunan stunting. Hal tersebut ditandai dengan dibukanya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya) Tahun 2026 oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, di Pendopo Graha Maja Tama (GMT) Pemkab Mojokerto.

Dalam pelaksanaan KKN ini, sebanyak 99 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya, termasuk dua mahasiswa asing dari Australia dan Belanda, diterjunkan langsung ke tengah masyarakat. 

Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung edukasi masyarakat terkait gizi seimbang, pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan, penguatan peran posyandu, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.