
Beijing, Sabtu 03 Januari 2026- China mengumumkan bahwa penyintas tragedi pembantaian Nanjing oleh Jepang pada Perang Dunia (PD) II yang masih hidup tinggal 23 orang
Balai Peringatan Korban Pembantaian Nanjing dalam laporannya mengatakan bahwa salah satu penyintas bernama Pan Qiaoying yang berusia 95 tahun telah wafat pada hari Kamis (1/1). Dengan meninggalnya Pan, lembaga tersebut menjelaskan jika jumlah penyintas menjadi 23 orang
Balai Peringatan Korban Pembantaian Nanjing sendiri adalah museum sejarah yang didirikan untuk mengenang ratusan ribu korban yang tewas dalam Pembantaian Nanjing yang dilakukan oleh Tentara Kekaisaran Jepang pada tahun 1937
Museum ini dibangun oleh Pemerintah Rakyat Kota Nanjing pada tahun 1985 dan berlokasi di Jiangdongmen, sebuah situs yang merupakan salah satu lokasi eksekusi massal dan penguburan para korban yang dikenal sebagai lubang ribuan mayat
Tragedi Pembantaian Nanjing: Kelamnya Sejarah Perang China-Jepang
Pembantaian Nanjing adalah aksi kekerasan massal yang dilakukan oleh Tentara Kekaisaran Jepang setelah merebut kota Nanjing pada 13 Desember 1937
Selama enam minggu, pasukan Jepang melakukan eksekusi sistematis, penjarahan, dan pemerkosaan terhadap warga sipil serta tawanan perang China
Pemerintah China secara resmi mencatat jumlah korban tewas mencapai 300.000 jiwa, sebuah angka yang menjadikan peristiwa ini salah satu tragedi kemanusiaan terbesar di abad ke-20
Hingga kini, peringatan nasional tetap diadakan setiap tahun sebagai penghormatan bagi para korban dan pengingat akan pentingnya perdamaian dunia
