
SURABAYA, 11 JANUARI 2026 — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi meluncurkan Rumah Sakit (RS) KORPRI Pura Raharja Provinsi Jawa Timur sebagai aset KORPRI Pemprov Jatim.
Peluncuran dilakukan bersamaan dengan acara tasyakuran RS KORPRI Pura Raharja di Jalan Pucang Adi, Surabaya, Jumat (9/1/2026) sore.
Sebagai bentuk rasa syukur, Gubernur Khofifah juga menyerahkan satu unit mobil ambulans secara simbolis untuk mendukung operasional layanan kesehatan rumah sakit tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan tasyakuran sekaligus peluncuran RS KORPRI Pura Raharja. Semoga dengan rasa syukur ini, manfaat dan pelayanan rumah sakit semakin bertambah,” ujar Khofifah.
RS KORPRI Pura Raharja telah mengantongi izin pendirian sejak 1990 dan sebelumnya dikelola Yayasan Bhineka Karya. Seiring perkembangan status hukum, aset dan pengelolaan rumah sakit kini resmi berada di bawah Dewan Pengurus KORPRI Provinsi Jawa Timur.
Dengan demikian, Perkumpulan Abdi Negara Jawa Timur menjadi pemegang izin operasional RS KORPRI Pura Raharja untuk periode 2021–2026.
Khofifah menilai keberadaan RS KORPRI Pura Raharja menjadi bentuk dedikasi KORPRI yang manfaatnya tidak hanya dirasakan anggota, tetapi juga masyarakat luas.
“Layanan medis yang diberikan kini semakin terintegrasi dan terorganisir. Ini adalah amal jariyah KORPRI yang akan terus mengalir manfaatnya,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa ke depan akan dilakukan audit menyeluruh, baik bangunan, keuangan, maupun peralatan medis, guna memastikan pengelolaan rumah sakit berjalan profesional dan berkelanjutan.
Saat ini, RS KORPRI Pura Raharja didukung 239 pegawai yang terdiri dari 40 dokter, 95 karyawan tetap, 74 karyawan kontrak, dan 30 tenaga alih daya.
Gubernur Khofifah juga meninjau langsung fasilitas rumah sakit, mulai dari ruang pendaftaran, layanan rawat jalan, hingga ruang rawat inap, sembari menyapa tenaga kesehatan dan pasien.
Sementara itu, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono mengungkapkan kebanggaannya karena KORPRI Jawa Timur menjadi satu-satunya KORPRI di Indonesia yang memiliki rumah sakit sendiri.
Ia menyebut, ke depan RS KORPRI Pura Raharja akan dikembangkan, termasuk pembangunan gedung rawat jalan dan
penataan area parkir.
“Kami juga menargetkan peningkatan status menjadi rumah sakit umum tipe C dengan layanan unggulan kesehatan ibu dan bayi, tanpa membebani APBD,” ujar Adhy.
Dengan penguatan manajemen dan pengembangan layanan, RS KORPRI Pura Raharja diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan berkualitas yang terintegrasi dan berdaya saing di Jawa Timur.
