
SURABAYA, 7 JANUARI 2026 – Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi liburan utama nasional. Selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), pergerakan wisatawan di Jawa Timur diperkirakan menembus 19,88 juta perjalanan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan optimismenya bahwa Jatim tetap menjadi magnet wisata selama libur panjang akhir tahun.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur hingga 4 Januari 2026, total pergerakan wisatawan selama libur Nataru mencapai 19.882.730 pergerakan.
“Alhamdulillah, Jawa Timur tetap menjadi magnet wisatawan selama libur Nataru. Bahkan, jumlahnya terus menunjukkan peningkatan,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (6/1/2026).
Dari total pergerakan tersebut, jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi wisata di Jawa Timur tercatat mencapai 10.004.117 orang. Rinciannya, wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 26.035 orang, sedangkan wisatawan nusantara (wisnus) mendominasi dengan 9.979.142 orang.
Khofifah menilai peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Jawa Timur. Ia menekankan bahwa konektivitas infrastruktur, khususnya jaringan jalan tol, turut mendorong kemudahan akses menuju berbagai destinasi unggulan.
“Kenaikan kunjungan wisman menunjukkan tren yang sangat baik, apalagi didukung konektivitas jalan tol yang semakin optimal,” jelasnya.
Ia mencontohkan, perjalanan dari Surabaya menuju Pantai Boom Banyuwangi maupun kawasan Ijen kini dapat ditempuh sekitar lima jam melalui jalan tol. Sementara akses menuju Malang Raya hanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga satu setengah jam.
Selama libur Nataru 2026, sejumlah destinasi wisata tercatat menjadi favorit pengunjung.
Untuk wisatawan mancanegara, lima destinasi teratas antara lain Air Terjun Tumpak Sewu Semeru di Kabupaten Lumajang serta Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang mencakup wilayah Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang. Kemudian Teras Semeru di Lumajang, Taman Nasional Baluran di Situbondo, serta Florawisata San Terra di Kabupaten Malang.
Sementara itu, destinasi favorit wisatawan nusantara didominasi objek wisata keluarga dan ikon daerah, seperti Kebun Binatang Surabaya, Telaga Sarangan di Magetan, Dewi Mejono atau Gronjong Wariti di Kediri, Desa Wisata Sidomulyo di Kota Batu, serta Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) di Kabupaten Kediri.
Selain destinasi buatan dan wisata keluarga, kawasan wisata alam seperti Gunung Bromo, Kawah Ijen, pantai-pantai unggulan, hingga taman nasional tetap menjadi tujuan utama wisatawan selama libur panjang.
Khofifah juga mengapresiasi peran pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur yang terus melakukan penataan kawasan wisata demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.
Ke depan, Pemprov Jawa Timur berkomitmen memperkuat promosi pariwisata, terutama untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara. Menurut Khofifah, kekayaan lanskap alam pegunungan Jawa Timur tidak kalah dengan destinasi wisata internasional.
“Gunung Bromo dan Ijen adalah dua pesona alam yang menjadi tujuan utama wisman maupun wisnus,” tegasnya.
Selain promosi destinasi, Pemprov Jatim juga akan terus bersinergi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) se-Jawa Timur untuk mengembangkan paket wisata terintegrasi.
“Kami akan terus mempromosikan destinasi wisata dan mengolaborasikannya dengan sektor perhotelan serta restoran yang tergabung dalam PHRI se-Jawa Timur,” pungkas Khofifah.
