Meski Ditolak, Wali Kota Surabaya Tetap Relokasi RPH Pegirian ke TOW

Surabaya, Rabu 14 Januari 2026 – Meskipun mendapatkankan penolakan keras dari para jagal sapi, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tetap akan merelokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke Tambak Oso Wilangun. Eri menegaskan hal tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan wisata religi Ampel.

Rencana relokasi RPH Pegirian sendiri memicu aksi unjuk rasa para jagal sapi selama tiga hari berturut-turut, sejak Senin (12/1) hingga Rabu (14/1) siang ini. Mereka tegas menolak dipindahkan dan meminta RPH Pegirian tetap beroperasi di lokasi lama.

Eri menegaskan relokasi RPH Pegirian sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya dan seharusnya dilakukan sejak 2019.

“Tapi pada waktu itu ada kendala COVID-19. Sehingga yang kita pindah dulu adalah terkait (RPH) dengan babi, setelah itu baru sapi,” jelas Eri usai sidak di THR IT Mall Surabaya, Rabu (14/1/2026) dikutip DetikJatim.

Wali Kota menyebut relokasi akan dilakukan setelah Idulfitri.

“Kita sudah lakukan diskusi dan komunikasi. Tapi mereka mengatakan jangan dipindah, tidak bisa,” ucapnya.

Lokasi RPH Pegirian nantinya, kata Eri, akan dimanfaatkan untuk mendukung penataan kawasan religi Ampel, khususnya untuk parkir serta pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Sehingga tidak ada lagi parkir di jalan. Semuanya akan masuk ke dalam. Konsepnya ini terintegrasi,” bebernya.

Tujuan penataan kawasan tersebut demi kenyamanan wisatawan maupun masyarakat yang datang ke Ampel, baik untuk tujuan wisata maupun religi.

“Penataan kawasan Ampel ini harus berjalan. Jadi saya sampaikan, saya mohon maaf, kalau harus membatalkan (relokasi RPH) tidak, pasti akan berpindah,” pungkasnya.