
BIREUN, 11 Januari 2026 – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau lokasi budidaya ikan air payau terdampak banjir di Aceh, Jumat (9/1/2026).
Kunjungan dilakukan di Desa Alue Bayeu Utang, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen seluas 4.945,64 hektare, serta Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara. Total luasan tambak udang dan bandeng yang terdampak banjir di kedua wilayah tersebut mencapai 10.660,78 hektare.
Menko Pangan melihat langsung kondisi tambak milik warga yang mengalami kerusakan berat akibat tanggul jebol, timbunan lumpur, dan penurunan kualitas air, sehingga aktivitas budidaya terhenti dan hasil panen warga hilang.
Dalam dialog dengan perwakilan pembudidaya ikan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa budidaya perikanan memiliki peran penting dalam ketahanan pangan nasional dan pemulihan pascabanjir menjadi prioritas pemerintah. Dalam kesempatan yang sama Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan memberikan bantuan uang tunai sebesar 100 juta rupiah untuk perwakilan pembudidaya ikan yang tekena dampak bencana banjir.
Aliyudin, salah satu petani tambak, mensyukuri bantuan dari Pemerintah dan berharap pemerintah dapat segera membantu merevitalisasi lahan tambak milik warga. “Saya ucapan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah. Kami juga berharap agar tambak kami bisa segera diperbaiki agar bisa kembali berproduksi,” ujarnya.
Pemerintah saat ini tengah mengkaji berbagai bentuk bantuan, mulai dari perbaikan infrastruktur tambak, penyediaan sarana produksi, hingga dukungan benih dan pakan untuk mendorong masyarakat pesisir kembali berdaya.
