
BOJONEGORO, 7 Januari 2026 – Sejumlah proyek pembangunan embung di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Bojonegoro telah berhasil diselesaikan. Data terbaru, sebanyak sembilan titik pembangunan embung telah rampung atau mencapai 100 persen. Pembangunan embung tersebut sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan menjamin ketersediaan air baku di sektor pertanian.
Kepala Bidang Air Baku Irigasi Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro, Bungku Susilowati, menyampaikan bahwa pembangunan embung tersebut tersebar di beberapa lokasi strategis, meliputi Kecamatan Kasiman, Padangan, Ngasem, Sumberrejo, Kedungadem, Sugihwaras, dan Balen.
Dalam realisasi di lapangan, beberapa titik pembangunan mencatat capaian volume fisik yang melampaui rencana awal. Hal ini menunjukkan adanya optimalisasi lahan untuk memaksimalkan kapasitas tampungan air. Di antaranya, embung di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, mencatat volume terbesar dengan realisasi mencapai 8.204 m³, dan di Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras, volume air mencapai 8.718 m³.
Sementara itu, pembangunan embung di Kecamatan Kedungadem (Desa Duwel Paket 1 dan 2, serta Desa Kedungadem) juga mencatatkan total volume realisasi yang sangat signifikan. “Seluruh paket pekerjaan pembangunan embung ini telah mencapai target fisik 100 persen. Kami berharap infrastruktur ini segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama untuk mengairi lahan pertanian di saat debit air sungai mulai menurun,” ujarnya seperti dalam siaran tertulisnya Pekab Bojonegoro, Selasa (6/1/2026).
Bungku Susilowati berharap, dengan selesainya pembangunan sembilan embung ini, produktivitas pertanian di wilayah-wilayah tersebut dapat meningkat dan risiko gagal panen akibat kekeringan dapat diminimalkan.
