Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah di Lamongan, Harga Sembako Lebih Murah Jelang Ramadan

LAMONGAN, 11 JANUARI 2026 — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar pasar murah pada awal 2026 sebagai upaya menekan inflasi dan menjaga keterjangkauan harga bahan pokok.

Kali ini, pasar murah digelar di Halaman Kantor Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Sabtu (10/1/2026), dan disambut antusias warga sejak pagi.

Didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Khofifah menyapa masyarakat sekaligus membagikan telur ayam dan beras SPHP secara gratis kepada ibu-ibu, anak-anak, serta lansia.

Langkah ini dilakukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan pangan di tengah potensi fluktuasi harga awal tahun dan menjelang Ramadan.

“Awal tahun sering menjadi periode rawan kenaikan harga. Karena itu, pasar murah ini menjadi ikhtiar Pemprov Jawa Timur untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat tetap bisa mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Khofifah.

Dalam pasar murah tersebut, sejumlah komoditas strategis dijual di bawah harga pasar. Beras premium dibanderol Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, Minyakita Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp22.000 per pack.

Selain itu tersedia tepung terigu Rp10.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, dan daging ayam ras Rp30.000 per pack.

Khofifah menegaskan, pasar murah menjadi instrumen efektif pengendalian inflasi karena menyediakan bahan pokok bersubsidi dengan stok yang mencukupi. Lokasi pasar murah juga dipilih agar tidak berdekatan dengan pasar tradisional demi menjaga ekosistem perdagangan lokal.

“Kita pastikan pasar murah ini tidak mengganggu pasar rakyat. Kegiatan ini juga dilaksanakan berkelanjutan dan saling melengkapi dengan program kabupaten/kota,” tegasnya.

Ia memastikan ketersediaan pangan di Jawa Timur dalam kondisi aman. Namun, menjaga daya beli masyarakat tetap menjadi fokus pemerintah daerah melalui berbagai program afirmatif.

Warga Kecamatan Deket pun mengaku sangat terbantu. Aminah, salah satu warga, menyebut harga sembako di pasar murah jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. “Alhamdulillah, harganya murah dan barangnya lengkap. Sangat membantu di awal tahun,” ujarnya.