Pemprov Jatim Tetapkan Arah Pembangunan 2026, Fokus Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

KOTA BATU, 3 JANUARI 2026 – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengawali tahun 2026 dengan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pembangunan sekaligus menetapkan arah kebijakan strategis ke depan. Langkah ini dilakukan melalui Rapat Pleno Pemprov Jatim yang digelar secara hybrid, Jumat (2/1/2026).

Rapat pleno dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur dan diikuti jajaran pimpinan Pemprov Jatim dari lokasi berbeda.

Dalam rapat tersebut ditegaskan bahwa evaluasi perjalanan pembangunan sepanjang 2025 menjadi dasar penting dalam menyusun mitigasi serta rencana strategis pembangunan Jawa Timur tahun 2026.

Sinkronisasi program antarperangkat daerah menjadi kunci agar pelaksanaan pembangunan berjalan lebih efektif dan berdampak luas.

Sejumlah tantangan pada 2025, termasuk realisasi belanja modal, menjadi perhatian utama. Evaluasi dilakukan melalui pendekatan perbaikan internal sekaligus penguatan strategi eksternal agar belanja daerah ke depan dapat direalisasikan lebih signifikan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Pemprov Jatim menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi juga pada hasil yang benar-benar dirasakan publik.

Di tengah kebijakan efisiensi, penyesuaian anggaran diarahkan untuk memperkuat sinergi dengan kementerian terkait serta meningkatkan koordinasi aktif dengan pemerintah kabupaten dan kota.

Untuk tahun 2026, arah kebijakan pembangunan Jawa Timur difokuskan pada penguatan pelayanan dasar sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. Prioritas tersebut meliputi sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sosial.

Di sektor pendidikan, program Jatim Cerdas diarahkan pada pemerataan akses pendidikan, peningkatan bantuan pembiayaan dan beasiswa pendidikan tinggi, penguatan pendidikan vokasi dan pesantren, serta peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan.

Sektor kesehatan melalui program Jatim Sehat difokuskan pada pemerataan akses layanan, peningkatan kualitas pelayanan yang berkeadilan, serta penguatan kesejahteraan tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Sementara itu, sektor infrastruktur melalui program Jatim Akses dan Jatim Lestari menargetkan percepatan pembangunan Jalan Lintas Pantai Selatan (Pansela), penguatan kerja sama antarwilayah perkotaan, serta peningkatan sarana dan prasarana pelabuhan.

Adapun di sektor sosial, program Jatim Sejahtera diarahkan pada penguatan perlindungan sosial yang adaptif, terintegrasi, dan inklusif, peningkatan akses layanan dasar, serta pengembangan ekonomi lokal.

Pemprov Jatim menegaskan penguatan pelayanan dasar menjadi pondasi utama pembangunan daerah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus menjadi prasyarat bagi kemajuan Jawa Timur di tahun-tahun mendatang.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News