Perbaiki Fasilitas Keagamaan Pascabencana Sumatera, Kemenag Usulkan Tambahan Anggaran Rp 702,98 Miliar

Jakarta, Rabu 28 Januari 2026 – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp 702,98 miliar, untuk perbaikan fasilitas layanan keagamaan di wilayah terdampak bencana di Sumatera.

Hal ini disampaikan Nasaruddin saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, bahwa penambahan tersebut diperlukan karena dana bantuan yang tersedia dan telah disalurkan masih terbatas karena kerusakan fasilitas yang terjadi cukup masif.

“Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Agama itu mengusulkan kebutuhan lanjutan penanganan pascabencana sebesar Rp 702,98 miliar yang direncanakan itu melalui RO direktif presiden tahun 2026,” ujar Nasaruddin, Rabu (28/1/2026) dilansir Kompas.com.

Berdasarkan data yang dicatatkan Kementerian Agama (Kemenag), terdapat 3.207 satuan layanan keagamaan dan madrasah yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Meliputi 562 madrasah, 1.033 pondok pesantren, 17 PTKI, 1.593 rumah ibadah lintas agama, serta unit layanan KUA di wilayah terdampak,” kata Menag.

Sementara bantuan awal pascabencana yang telah disalurkan Kemenag sebesar Rp 75,82 miliar.

“Yang bersumber dari APBN sebesar Rp 66,47 miliar dan partisipasi Kemenag Peduli sebesar Rp 9,35 miliar yang digunakan untuk penanganan darurat dan pemulihan awal di lokasi terdampak,” jelasnya.

Menurut Nasaruddin, tambahan anggaran sangat diperlukan agar proses rehabilitasi bisa dilakukan secara menyeluruh, dan memastikan layanan dasar masyarakat di bidang keagamaan dapat terpenuhi.

“Usulan tersebut mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi madrasah, pesantren, PTKI, dan rumah-rumah ibadah lintas agama, serta dukungan lain seperti rehabilitasi kantor Kementerian Agama, pendampingan pascabencana, penyediaan mushaf Al-Qur’an, dan bantuan bagi organisasi masyarakat keagamaan,” pungkasnya.