Percepatan Rehabilitasi Irigasi Pertanian Jadi Fondasi Utama Swasembada Beras Nasional

Jakarta, Sabtu 03 Januari 2026 – Demi mewujudkan swasembada beras nasional yang berkelanjutan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan percepatan rehabilitasi irigasi pertanian menjadi fondasi utama peningkatan produksi padi dan menjamin ketersediaan air.

“Faktor penentu keberhasilan ada pada peningkatan benih dan pupuk, juga dalam ketersediaan air,” kata Mentan Amran dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (03/01/2026) dilansir Antara.

Amran menegaskan dengan percepatan rehabilitasi jaringan irigasi pertanian dan penguatan infrastruktur air, kinerja pangan nasional menunjukkan tren positif dengan produksi beras tahun 2025 diproyeksikan mencapai 34,79 juta ton dan stok cadangan beras pemerintah (CBP) menyentuh 3,3 juta ton pada awal 2026.

“Salah satu fokus utama yang terus didorong adalah penguatan infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi, sebagai penopang keberlanjutan produksi sekaligus peningkatan kesejahteraan petani,” ucap Amran.

Mentan menjelaskan pengelolaan air yang tepat menjadi faktor krusial dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian.

Ketersediaan air irigasi yang terencana dan berkelanjutan memungkinkan petani mengoptimalkan masa tanam, menekan risiko kekeringan pada musim kemarau, serta meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan Hermanto menyampaikan bahwa sepanjang 2025, pemerintah terus melakukan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi pertanian secara masif dan terintegrasi.

Hal itu dilakukan mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan Nasional yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada 30 Januari 2025.

“Dengan adanya Inpres Nomor 2 Tahun 2025, pemerintah mempercepat perbaikan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi pada daerah irigasi yang sekitar 60 persen kondisinya kurang optimal dalam menyediakan air bagi persawahan,” jelas Hermanto.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News