
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danatara, Rosan Roeslani (BPMI Setpres)
JAKARTA, 21 NOVEMBER 2025 – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danatara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa konglomerasi besar Rusia, Sistema Group, tengah menjajaki peluang kerja sama strategis di sejumlah sektor di Indonesia.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Duta Besar Rusia untuk Indonesia, menunjukkan besarnya minat dan komitmen kedua pihak.
Rosan menjelaskan, Sistema merupakan salah satu konglomerasi terbesar di Rusia dengan portofolio bisnis yang luas, mulai dari kesehatan, teknologi, infrastruktur, hingga perhotelan. “CEO, owner, dan group director mereka hadir semua. Sebelumnya kami juga pernah bertemu di St. Petersburg,” ujar Rosan.
Menurut Rosan, sektor kesehatan menjadi salah satu topik pembahasan terpenting. Sistema diketahui mengelola lebih dari 160 rumah sakit di Rusia dan merupakan salah satu produsen obat serta pemegang paten terbesar di negara tersebut.
Perusahaan itu telah melakukan pertemuan awal dengan Bio Farma dan Kimia Farma di Bandung untuk mengeksplorasi kerja sama pengembangan produk farmasi dan layanan kesehatan. “Pertemuan awal sudah dilakukan dan kini akan masuk ke tahap tindak lanjut,” jelas Rosan.
Selain kesehatan, Sistemа juga menyampaikan ketertarikan untuk mengembangkan kapal listrik penumpang berkapasitas 100–200 orang di Indonesia. Rosan menyebut perusahaan tersebut merupakan salah satu pemain besar di industri galangan kapal Rusia.
“Pembicaraan awal sudah dimulai dan mereka berniat membangun fasilitas manufaktur di Indonesia,” ujarnya.
Di sektor lain, Sistema juga melihat peluang untuk mengelola jaringan hotel potensial di Indonesia, sejalan dengan portofolio besar mereka di industri hospitality.
Tidak hanya itu, perusahaan Rusia tersebut membuka peluang kemitraan bidang pendidikan, khususnya pengiriman tenaga pengajar bahasa Rusia untuk sejumlah universitas di Indonesia. “Mereka siap mengirim pengajar bagi kampus-kampus yang memiliki program bahasa Rusia,” kata Rosan.
Meski pembahasan mencakup banyak sektor, Rosan menegaskan bahwa seluruh rencana kerja sama masih berada pada tahap awal. Pemerintah saat ini fokus mempercepat proses perizinan dan memastikan tindak lanjut teknis berjalan lancar, termasuk proses administrasi di BPOM.
“Nilainya belum ditentukan, tapi proses perizinan seperti di BPOM sudah mulai berjalan,” tutupnya.
