
Davos, Rabu 21 Januari 2026- Penggunaan mekanisme antikoersi untuk melawan ancaman tarif AS terkait Greenland, dikemukakan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Forum ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) yang diselenggarakan di Davos, Swiss
Mekanisme antikoersi sendiri adalah sistem atau aturan yang dirancang untuk melindungi seseorang dari tekanan, paksaan, atau ancaman (koersi) saat mereka harus mengambil keputusan penting. Istilah ini paling sering digunakan dalam konteks politik, perlindungan data, dan ekonomi internasional
baca juga: Trump Ancam Tarif 10% kepada 8 Anggota NATO yang Dukung Denmark
Macron mendesak Uni Eropa untuk menggunakan instrumen tersebut dan meminta kelompok itu lebih realistis dalam mempertahankan semua kepentingannya seiring meningkatnya persaingan global dan melemahnya tata kelola berbasis aturan
Ia mengecam Trump yang selalu menggunakan tarif sebagai senjata untuk menekan negara lain yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingannya. Macron menyebutnya sebagai ‘tindakan yang tidak dapat diterima’
“Terlebih lagi ketika tarif digunakan sebagai alat untuk menekan kedaulatan teritorial,” ujarnya
Sambil menyoroti hukum internasional yang ‘diinjak-injak’, presiden berumur 48 tahun itu menyerukan penguatan kembali sistem multilateralisme
Menurutnya, pelemahan tata kelola kolektif telah memicu ketidakadilan global di mana dominasi kekuatan besar menjadi hukum yang berlaku, dengan posisinya sebagai Ketua G7, Macron berjanji akan mendorong dialog yang jujur dan solusi praktis
Dalam pidatonya, Macron berpesan untuk menghindari perang dagang dan eskalasi proteksionisme yang tidak membawa keuntungan bagi pihak manapun
