Ratusan Demonstran Tewas di Tengah Protes Anti-Pemerintah di Iran

Teheran, Minggu 11 Januari 2026- Eskalasi konflik di Iran mencapai titik didih setelah laporan tenaga medis mengungkapkan lebih dari 100 jenazah dibawa ke dua rumah sakit hanya dalam kurun waktu dua hari

Meski menghadapi tindakan keras dari pasukan keamanan dan pemadaman internet total, ribuan pengunjuk rasa tetap membanjiri jalan-jalan di lebih dari 100 kota untuk menuntut diakhirinya kekuasaan ulama di bawah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei

Situasi semakin mencekam setelah Jaksa Agung Iran mengeluarkan peringatan keras bahwa siapa pun yang terlibat dalam protes akan dianggap sebagai “musuh Tuhan” (Moharebeh), sebuah pelanggaran hukum yang diancam dengan hukuman mati

Di sisi lain, dunia internasional mulai bereaksi keras. Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran jika pembunuhan terhadap warga sipil terus berlanjut. Ancaman ini dibalas oleh ketua parlemen Iran yang menyatakan bahwa Israel dan seluruh pangkalan militer AS di kawasan akan menjadi target sah jika AS berani intervensi

Di lapangan, video yang diverifikasi menunjukkan bentrokan sengit di Mashhad dan Teheran. Demonstran tampak berlindung di balik api unggun sementara pasukan keamanan melepaskan tembakan dari jembatan penyeberangan

Meskipun pemerintah melalui kepala kepolisian mengklaim bahwa korban jiwa jatuh akibat ulah “individu terlatih”, data dari kelompok hak asasi manusia mencatat lebih dari 2.500 orang telah ditangkap sejak aksi dimulai pada 28 Desember.

Upaya pemerintah untuk membungkam informasi dilakukan melalui pemadaman internet yang disebut lebih parah daripada kerusuhan tahun 2022. Akses ke dunia luar kini hampir sepenuhnya terputus, memaksa sebagian warga bergantung pada koneksi satelit Starlink yang berisiko tinggi terlacak

Saat ini, Iran berada dalam isolasi informasi di tengah krisis kemanusiaan yang terus memburuk akibat lonjakan inflasi dan gejolak politik yang meluas ke seluruh provinsi

Sebagai informasi,penyebab utama unjuk rasa besar di Iran adalah akumulasi krisis ekonomi yang dipicu oleh hiperinflasi, anjloknya nilai mata uang Rial hingga titik terendah, dan lonjakan harga kebutuhan pokok yang melumpuhkan daya beli masyarakat

Meskipun awalnya bermula dari keluhan ekonomi, aksi ini dengan cepat berubah menjadi gerakan politik yang menuntut pengakhiran kekuasaan ulama di bawah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei

sumber: bbc