Trump Ancam Tarif 10% kepada 8 Anggota NATO yang Dukung Denmark

Washington DC, Minggu 18 Januari 2026- Kembali tarif dijadikan senjata oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengancam negara-negara yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan Amerika

Setelah sebelumnya ia berencana mengenakan tarif impor 25% bagi negara-negara mitra dagang Iran, kali ini tarif 10% akan dikenakan kepada delapan negara di Eropa atas dukungannya kepada Denmark terkait isu Greenland

baca juga: Mitra Bisnis Iran Terancam Tarif Trump 25%

Delapan negara sekutu NATO tersebut adalah Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, Finlandia, sebuah tindakan yang memicu kecaman dan penolakan keras dari negara-negara tersebut

Dalam unggahannya di media sosial, Trump mengancam tarif 10% kepada 8 negara tersebut yang berlaku mulai 1 Februari dan akan menaikkannya menjadi 25% pada Juni, kecuali dan sampai ‘tercapai kesepakatan untuk pembelian Greenland secara lengkap dan total’

Sementara itu Uni Eropa menyatakan dukungannya kepada Denmark dan Greenland pada hari Sabtu (17/1). Menurut sebuah sumber, para duta besar nasional Uni Eroopa akan mengadakan pertemuan untuk membahas langkah selanjutnya pada hari ini

“Tarif akan merusak hubungan transatlantik dan berisiko memicu spiral penurunan yang berbahaya. Eropa akan tetap bersatu, terkoordinasi, dan berkomitmen menjaga kedaulatan,” ujar Pimpinan Uni Eropa Ursula von der Leyen dan Antonio Costa dalam pernyataan bersama

Presiden Prancis Emmnuel Macron menilai ancaman tarif Trump itu tidak dapat diterima. Sementara PM Swedia Ulf Kristersson menyebut Trump telah melakukan pemerasan kepada mereka

PM Inggris Keir Starmer bahkan mengatakan jika penggunaan tarif terhadap sekutu NATO sebagai tindakan yang sepenuhnya salah dan menyatakan akan mengangkat isu tersebut dengan Amerika

Protes serupa juga dilontarkan para anggota parlemen Uni Eropa yang siap membatalkan kesepakatan dagang dengan AS yang dibuat tahun lalu. Ketua Fraksi Partai Rakyat Eropa (EPP) dalam pernyataannya kemarin mengatakan bahwa kesepakatan dengan AS ‘tidak mungkin dilakukan pada tahap ini’

EPP sendiri merupakan faksi terbesar di Parlemen Eropa, dimana jika anggotanya bergabung dengan kelompok politik berhaluan kiri maka kelompok tersebut akan mempunyai cukup suara untuk memblokir perjanjian tersebut