
Washington DC, Rabu 28 Januari 2026- Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pemerintahannya akan mengambil langkah untuk meredakan situasi di Minnesota menyusul kematian Alex Pretti, warga negara AS kedua yang tewas akibat penembakan oleh petugas imigrasi federal dalam waktu kurang dari sebulan
Dalam wawancara dengan Fox News pada hari Selasa kemarin, Trump menyebut insiden tersebut “mengerikan” dan “sangat disayangkan,” terutama karena Pretti diketahui merupakan seorang perawat di rumah sakit veteran
Meski Trump membela operasi imigrasi secara umum dengan klaim penurunan angka kejahatan, ia menegaskan bahwa penunjukan Tom Homan untuk mengambil alih misi di Minnesota adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mendinginkan suasana yang kian memanas
Ketegangan ini dipicu oleh kontradiksi tajam antara pernyataan resmi Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dengan laporan lapangan serta kesaksian warga
Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem awalnya menuduh Pretti melakukan “terorisme domestik” dan mengacungkan senjata. Namun, saksi mata dan pejabat setempat membantah hal tersebut dengan menyatakan bahwa Pretti hanya memegang telepon genggam saat kejadian
Bahkan, laporan internal Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) yang bocor ke media menunjukkan tidak ada bukti bahwa korban mencoba meraih senjata yang terdaftar secara sah miliknya.
Alhasil, Gedung Putih kini mulai mengevaluasi kepatuhan tim di lapangan terhadap protokol keamanan setelah tekanan publik dan kecaman luas dari anggota parlemen kedua partai
Di tengah seruan dari pejabat Minnesota agar pemerintah menarik sekitar 3.000 agen federal dari wilayah mereka, hakim federal telah mengeluarkan perintah untuk mencegah penghancuran bukti terkait kasus ini
Sementara itu, ajudan utama Gedung Putih, Stephen Miller, menyatakan bahwa personel tambahan kini akan difokuskan pada operasi buronan guna menciptakan jarak antara tim penangkapan dan massa pengunjuk rasa
Meski Trump terus mempromosikan kebijakan deportasi massalnya dalam rapat umum di Iowa, langkah penarikan pemimpin operasi sebelumnya, Gregory Bovino, menandakan adanya pergeseran strategi taktis pemerintah dalam menghadapi krisis kemanusiaan dan hukum yang sedang berlangsung di Minnesota
