5 Siswa Surabaya Dirawat Usai Diduga Keracunan MBG, Pemkot Tunggu Hasil Lab Kemenkes

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

SURABAYA, 15 MEI 2026 – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami sejumlah siswa di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya kini masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

Wali Kota Eri mengatakan Pemkot telah melakukan pengecekan serta memanggil pihak sekolah terkait dugaan keracunan yang terjadi pada Senin (11/5/2026).

Menurutnya, makanan MBG yang dibagikan sebelumnya telah melalui proses pemeriksaan, mulai dari bau hingga rasa makanan.

“Tidak ada yang menjurus ke basi atau lainnya. Tapi setelah dua jam, terjadi kejadian ini,” kata Eri, Selasa (12/5/2026).

Ia menegaskan hingga kini penyebab pasti dugaan keracunan masih belum dapat dipastikan karena sampel makanan masih diuji di laboratorium.

“Karena itu masih dilabkan, hasilnya seperti apa masih kita tunggu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh, menyampaikan jumlah siswa yang menjalani perawatan bertambah menjadi lima orang.

Awalnya terdapat tiga siswa yang dirawat pada Senin sore. Kemudian pada Selasa pagi bertambah dua siswa lagi sehingga total lima anak harus menjalani rawat inap di RSIA IBI Surabaya.

“Jadi total ada lima anak yang dirawat,” kata dr Billy.

Ia menjelaskan para siswa mengalami gejala muntah dan diare setelah mengonsumsi makanan MBG. Saat ini seluruh pasien masih menjalani observasi dan penanganan medis.

Selain itu, tim dokter dari puskesmas juga telah melakukan skrining kesehatan terhadap siswa lainnya untuk memastikan kondisi mereka.

Dr Billy menambahkan hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru keluar dalam lima hingga tujuh hari ke depan. Sampel makanan kini tengah diuji di laboratorium Kementerian Kesehatan di Karang Menjangan, Surabaya.

“Hasilnya lima sampai tujuh hari,” pungkasnya.