Menkes Sebut Super Flu Tidak Mematikan, Hanya Flu Biasa

Jakarta, Rabu 07 Januari 2026 – Kemunculan influenza A (H3N2) subclade K atau “super flu” tidak perlu dirisaukan masyarakat. Sebab menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Super flu merupakan flu biasa karena tidak mematikan seperti covid-19 varian Delta.

“Pesan saya ke masyarakat, nomor satu, kita harus hati-hati dan sadar ada ini, tapi tidak usah panik,” kata Budi di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (07/01/2026) dilansir Kompas.com.

“Karena ini sama seperti flu biasa, bukan seperti COVID yang dulu-dulu yang varian Delta mematikan,” imbuhnya.

Budi mengatakan selama masyarakat memiliki imunitas tubuh yang bagus, tentu akan cepat sembuh jika terkena super flu.

“Kalau imunitas, sistem imunitas kita bagus, makannya cukup, tidurnya cukup, olahraga cukup, insya Allah kalau ada virus masuk dan virusnya lemah seperti yang super flu ini, kita bisa sembuh,” paparnya.

Menkes mengimbau untuk masyarakat selalu menjaga kebersihan serta rajin mencuci tangan. Selain itu memakai masker guna mencegah penularan super flu.

“Nah, kalau ternyata di lingkungan kita banyak yang batuk-batuk, ya kita untuk precautions kita pakai masker lah, pakai masker dan rajin cuci tangan,” terangnya.

Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat ada 62 kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K atau super flu di Indonesia hingga Desember 2025 lalu.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, Prima Yosephine, menyampaikan, kasus-kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan konsentrasi terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” kata Prima dalam siaran pers, Senin (05/01/2026).