Tayang Perdana, Wali Kota Malang Apresiasi Film Karya Arek Malang Bertajuk Sayap Garuda

MALANG, 18 Januari 2026 – Sayap Garuda, sebuah film karya arek Malang tayang perdana di Mopic Cinemas Malang, Sabtu (17/1/2026). Film bertema antibullying ini menjadi media edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat, khususnya pelajar dalam mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah.

Sutradara film Sayap Garuda, Tarmizi Abka, menyampaikan bahwa film tersebut sejak awal dirancang sebagai sarana kampanye untuk menghentikan segala bentuk perundungan di sekolah.

“Saya berharap film ini dapat menjadi sarana kampanye untuk menghentikan segala bentuk bullying, khususnya di lingkungan sekolah. Hal ini pula yang mendasari kami untuk melibatkan aktor dari kalangan siswa sekolah, agar pesan yang disampaikan lebih mengena,” kata Tarmizi.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut baik dan mengapresiasi film produksi Trazz Picture tersebut. Ia menilai Sayap Garuda mengandung nilai pembelajaran penting yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam upaya mengantisipasi terjadinya perundungan di lingkungan sekolah. “Ada pembelajaran yang disampaikan dalam film ini. Kita harus mampu mengantisipasi terjadinya bullying sejak dini,” tutur Wahyu.

Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung bagi tumbuh kembang anak-anak.

“Di Kota Malang memang sempat terjadi kasus bullying. Namun melalui film ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghentikan segala bentuk bullying. Saya berharap ke depan tidak ada lagi kasus perundungan, khususnya di Kota Malang,” tegasnya.

Wali Kota Malang pun menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti pesan yang disampaikan dalam film tersebut. Salah satunya dengan mendorong agar film Sayap Garuda dapat ditonton oleh para siswa di sekolah-sekolah sebagai media pembelajaran dan edukasi terkait bahaya bullying.

Lebih lanjut Wali Kota Malang menegaskan komitmen Pemkot Malang untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan. Sinergi antara pemerintah, pelaku industri kreatif, dan dunia pendidikan diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan bullying sekaligus membangun karakter generasi muda Kota Malang.

Telusuri berita lain di Google News VNNMedia